Header Ads

ad728
  • Breaking News

    BSI Pecahkan Rekor MURI Pembukaan Rekening Emas oleh Sivitas Akademika Terbanyak



    Meunan News id. BANDA ACEH -  5 November 2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya investasi emas di kalangan generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh yang berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Pembukaan Rekening Emas oleh Sivitas Akademika Terbanyak”.

    Pencapaian tersebut melibatkan 3.561 nasabah yang berhasil membuka rekening Tabungan Emas dalam kurun waktu tujuh jam, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, Rabu (4/11). Capaian ini menjadi bukti tingginya antusiasme sivitas akademika UIN Ar-Raniry dalam memanfaatkan layanan keuangan syariah, khususnya investasi emas yang kini semakin mudah diakses.

    Rekor ini merupakan hasil kolaborasi BSI Regional 1 Aceh bersama UIN Ar-Raniry Banda Aceh, didukung sinergi sejumlah kantor cabang BSI yang secara serentak memberikan layanan pembukaan rekening Tabungan Emas kepada sivitas akademika.

    Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, mengatakan bahwa pencapaian tersebut bukan semata-mata tentang pemecahan rekor, melainkan menjadi bagian dari komitmen BSI dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus memperkenalkan emas sebagai salah satu instrumen investasi untuk membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat sejak usia muda.

    “Kami bersyukur atas pencapaian yang mendapat pengakuan dari MURI ini. Bagi BSI, rekor ini bukan sekadar pencapaian angka, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Emas dapat menjadi salah satu pilihan instrumen untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang secara bertahap,” ujar Arief.

    Arief menambahkan, lingkungan perguruan tinggi merupakan salah satu ekosistem strategis dalam meningkatkan literasi keuangan syariah. Oleh karena itu, BSI terus mendorong kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk menghadirkan layanan keuangan yang mudah diakses, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

    “Kami ingin mahasiswa dan seluruh sivitas akademika tidak hanya semakin dekat dengan layanan perbankan syariah, tetapi juga memiliki pemahaman dan kebiasaan yang baik dalam mengelola keuangan serta membangun aset sejak dini. Melalui digitalisasi layanan emas BSI, masyarakat dapat mulai berinvestasi emas dengan nominal terjangkau dan mengelolanya secara lebih mudah,” lanjut Arief.

    Sementara itu, RCEO BSI Regional 1 Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan keberhasilan pembukaan ribuan rekening Tabungan Emas dalam waktu tujuh jam tersebut membuktikan kesiapan jaringan layanan dan infrastruktur digital BSI dalam memberikan pelayanan secara cepat, mudah, dan menjangkau masyarakat luas.

    “Pencapaian ini menjadi bukti bahwa BSI memiliki kesiapan jaringan layanan dan infrastruktur digital yang sangat baik. Melalui dukungan teknologi digital, sinergi jaringan kantor cabang, serta kolaborasi dengan UIN Ar-Raniry, kami mampu melayani pembukaan 3.561 rekening Tabungan Emas dalam waktu hanya tujuh jam. Ini menunjukkan bahwa layanan keuangan syariah BSI semakin mudah diakses dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk generasi muda di lingkungan perguruan tinggi,” ujar Imsak.

    Ia menambahkan, BSI Regional 1 Aceh akan terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas pemanfaatan layanan keuangan syariah serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Aceh.

    *Perkuat Ekosistem Bullion BSI*

    Pencapaian di UIN Ar-Raniry Banda Aceh sekaligus menjadi bagian dari upaya BSI memperkuat pengembangan bisnis bank emas atau bullion bank. Perseroan terus membangun ekosistem emas terintegrasi yang mencakup perdagangan emas, simpanan emas, penitipan emas dengan fasilitas penyimpanan berstandar internasional, cicil emas, gadai emas, hingga produk BSI Gold.

    Untuk segmen ritel, BSI memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mulai memiliki emas dengan nominal terjangkau, mulai dari Rp50 ribu melalui aplikasi BYOND by BSI.

    Kinerja bisnis emas BSI juga terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Juni 2026, BSI telah memperdagangkan 8,06 ton emas dan memiliki lebih dari 1,7 juta nasabah bullion. Sementara itu, fee-based income dari bisnis emas hingga Oktober 2026 melonjak 420% secara tahunan (year-on-year/yoy). Adapun outstanding pembiayaan gadai dan cicil emas mencapai Rp30,5 triliun atau tumbuh 80,5%.

    Kanal digital menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis tersebut. Melalui BYOND by BSI, nasabah semakin mudah mengakses layanan Tabungan Emas secara digital. Jumlah pengguna layanan Tabungan Emas melalui BYOND by BSI telah tumbuh menjadi lebih dari 1,7 juta nasabah. Pada 2026, BSI juga menargetkan lebih dari 2 juta pengguna BYOND by BSI melakukan transaksi emas.

    Tidak hanya menyasar segmen ritel, BSI juga memperluas ekosistem bullion untuk segmen korporasi melalui BEWIZE Gold yang resmi diluncurkan pada 27 Oktober 2026 dalam rangkaian BSI International Expo. Layanan ini memungkinkan perusahaan dan institusi membuka rekening emas secara online serta melakukan transaksi pembelian, penjualan, dan transfer emas yang terintegrasi dengan platform cash management BEWIZE by BSI.

    Dalam pengembangan bisnis bullion, BSI telah mengantongi tiga izin dasar berdasarkan POJK Nomor 17 Tahun 2024, yakni kegiatan usaha jual beli emas, penitipan emas, dan simpanan emas, serta tengah mengkaji pengembangan izin pembiayaan emas. Seluruh transaksi emas BSI memiliki underlying berupa emas fisik yang disimpan pada fasilitas penyimpanan berstandar internasional, telah memperoleh persetujuan Dewan Pengawas Syariah, serta berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    “Aceh memiliki posisi yang sangat strategis bagi BSI, khususnya dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kami berharap pencapaian bersama UIN Ar-Raniry ini menjadi langkah awal untuk memperluas edukasi dan inklusi investasi emas di lingkungan perguruan tinggi serta masyarakat luas. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mengenal emas sebagai komoditas, tetapi juga memahami perannya sebagai salah satu instrumen untuk membangun aset dan mewujudkan tujuan keuangan masa depan,” tutup Arief.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad


    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728