Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Wawako Sabang: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan untuk Jaga Persatuan Aceh


    Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan koordinasi antardaerah dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat
    Aceh

    Meunan News id. Sabang  - Wali Kota Sabang Suradji Junus menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan koordinasi antardaerah dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Aceh.

    Hal tersebut disampaikan Suradji saat membuka Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Se-Aceh Tahun 2026, yang berlangsung di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Rabu (7/10).

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Aceh Dr. Munawar, MA, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Aceh Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A., Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kota Sabang, para Kepala Badan Kesbangpol se-Aceh, serta para Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Aceh.

    Suradji mengatakan, keberagaman suku, budaya, adat istiadat, bahasa, agama dan latar belakang sosial yang dimiliki Aceh merupakan kekayaan yang perlu dijaga bersama. Dalam konteks tersebut, FPK memiliki peran penting sebagai ruang komunikasi dan koordinasi untuk memperkuat persatuan sekaligus menjaga keharmonisan masyarakat.

    “Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, pembauran kebangsaan bukan berarti menghilangkan perbedaan, tetapi bagaimana perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghormati dan memiliki semangat kebersamaan,” ujarnya.

    Wakil Wali Kota Sabang juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dengan cepatnya penyebaran informasi yang belum tentu benar maupun narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

    Karena itu, Suradji mengajak FPK se-Aceh untuk memperkuat komunikasi, literasi dan kewaspadaan di tengah masyarakat, sekaligus mengedepankan semangat persaudaraan, musyawarah, gotong royong dan saling menghormati.

    “Jangan sampai perbedaan pilihan, pandangan, maupun latar belakang menjadi alasan bagi kita untuk saling menjauh. Sebaliknya, mari kita kedepankan semangat persaudaraan, musyawarah, gotong royong dan saling menghormati,” katanya.

    Suradji berharap rakor tersebut tidak hanya menjadi ruang pertemuan dan diskusi, tetapi juga menghasilkan gagasan, rekomendasi dan langkah nyata yang dapat diterapkan di masing-masing daerah. Ia turut mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk berbagi pengalaman, memperkuat koordinasi serta membangun jejaring komunikasi antarforkom pembauran kebangsaan se-Aceh.

    “Mari kita bangun Aceh yang aman, damai, harmonis dan inklusif, dengan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
    ( ADV )

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad


    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728