Header Ads

ad728
  • Breaking News

    PERUMDAM Tirta Mountala Tingkatkan Pelayanan, Aktifkan Call Center, Gangguan Air Ditargetkan Tuntas 24 Jam




    Meunan News id . ACEH BESAR – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Mountala Aceh Besar terus melakukan pembenahan sumber daya manusia (SDM), sistem pelayanan, hingga data pelanggan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

    Salah satu target yang tengah dipersiapkan adalah mempercepat penanganan berbagai gangguan pelayanan, mulai dari kebocoran jaringan, air keruh atau kotor akibat endapan, hingga gangguan distribusi. PERUMDAM Tirta Mountala menargetkan berbagai keluhan tersebut dapat ditangani maksimal dalam waktu 24 jam.

    Plt Delirektur Utama PERUMDAM Tirta Mountala Aceh Besar melalui
    Direktur Umum , T. Abulis Samarkhan, S.T., mengatakan percepatan pelayanan menjadi salah satu prioritas perusahaan ke depan.

    “Ke depan kita akan memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya terkait gangguan distribusi, kebocoran jaringan, air yang kotor, maupun pengajuan sambungan pelanggan baru,” kata Abulis saat bersilaturahmi dengan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Besar di Warung Kopi Dua Saudara, Samahani, Selasa (6/10/2026).

    Menurutnya, perbaikan jaringan yang mengalami kebocoran maupun gangguan air akibat endapan di dalam jaringan akan diupayakan selesai dalam waktu maksimal 24 jam setelah laporan diterima dan dapat ditindaklanjuti secara teknis.

    Sementara untuk permohonan sambungan baru, pelayanan juga akan dipercepat. Jika lokasi calon pelanggan berada dekat dengan jaringan distribusi yang sudah tersedia, PERUMDAM Tirta Mountala menargetkan pemasangan dapat diselesaikan paling lambat dalam waktu 3x24 jam.

    Namun, kata Abulis, permohonan yang membutuhkan pembangunan jaringan baru dengan investasi cukup besar membutuhkan kajian lebih mendalam.

    “Kalau membutuhkan investasi jaringan yang panjang dan besar, tentu perlu kajian teknis dan perencanaan anggaran. Kita pertimbangkan waktunya bisa sampai satu bulan,” ujarnya.

    Ia menegaskan, kajian tersebut diperlukan untuk memastikan jaringan yang dibangun benar-benar mampu mengalirkan air hingga ke lokasi calon pelanggan.

    “Secara teknis kita harus melihat apakah air bisa sampai ke situ atau tidak. Jangan sampai pelanggan sudah membayar mahal, tetapi yang keluar malah angin, bukan air,” katanya.

    Untuk mempercepat penanganan pengaduan, PERUMDAM Tirta Mountala kini telah mengaktifkan call center dan media sosial sebagai kanal resmi pengaduan masyarakat.

    Abulis mengimbau setiap pelanggan yang menyampaikan laporan agar mencantumkan nama dan nomor ID pelanggan. Informasi tersebut akan memudahkan petugas melakukan pengecekan lokasi berdasarkan data dan koordinat pelanggan.

    Menurutnya, perusahaan saat ini juga sedang melakukan pembenahan data koordinat pelanggan secara menyeluruh.

    Pembenahan itu penting karena masih ditemukan sejumlah data koordinat meteran pelanggan yang tidak sesuai dengan lokasi sebenarnya. Dengan data koordinat yang akurat, petugas diharapkan dapat menemukan lokasi pelanggan dengan lebih cepat ketika menerima laporan gangguan.

    “Kalau pelanggan memberikan ID pelanggan dan koordinatnya sudah sesuai, petugas kita bisa langsung datang tepat ke lokasi. Selama ini memang banyak koordinat meteran pelanggan yang tidak tepat atau berpindah-pindah,” jelasnya.

    Abulis mengatakan pembenahan data tersebut membutuhkan waktu karena jumlah pelanggan PERUMDAM Tirta Mountala saat ini hampir mencapai 50 ribu pelanggan, baik aktif maupun tidak aktif.

    Selain melalui call center dan media sosial, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan secara langsung melalui kantor cabang PERUMDAM Tirta Mountala yang tersebar di sejumlah wilayah Aceh Besar.

    Pelayanan perusahaan juga kini diperpanjang menjadi Senin hingga Sabtu. Bahkan, pengamanan di kantor pusat dilakukan selama 24 jam.

    “Security kita ada 24 jam. Jadi masyarakat juga bisa menyampaikan keluhan kepada security. Nanti akan dibantu untuk menghubungkan dengan bagian terkait,” ujarnya.

    Dengan sistem kerja tersebut, penanganan laporan diharapkan tidak hanya bergantung pada jam pelayanan kantor, tetapi dapat diteruskan kepada petugas terkait sesuai dengan mekanisme yang telah disiapkan.

    Abulis juga mengingatkan masyarakat agar mengurus pemasangan sambungan baru melalui jalur resmi dan tidak menggunakan jasa oknum.

    Ia mengatakan biaya resmi sambungan baru saat ini sebesar Rp1,3 juta. Biaya tersebut mencakup satu unit water meter dan pekerjaan galian sepanjang empat meter.

    Apabila lokasi calon pelanggan berada cukup jauh dari jaringan distribusi sehingga membutuhkan tambahan pekerjaan atau pembangunan jaringan, perusahaan akan melakukan kajian dan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara resmi.

    “Kalau ada tambahan biaya karena jaraknya jauh dari jaringan distribusi, nanti ada RAB resmi dari bagian perencanaan. Calon pelanggan diberitahukan terlebih dahulu dan bisa memutuskan setuju atau tidak,” katanya.

    Menurutnya, sistem tersebut diterapkan agar masyarakat mengetahui secara jelas komponen biaya yang harus dikeluarkan serta menghindari praktik pungutan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Untuk kawasan yang membutuhkan investasi jaringan cukup besar tetapi jumlah calon pelanggan masih sedikit, perusahaan akan mempertimbangkan pembangunan jaringan setelah jumlah pelanggan dinilai mencukupi.

    “Kalau pelanggannya sudah di atas 10, bisa saja nanti kita bantu melalui subsidi anggaran internal atau dari pemerintah kabupaten,” ujarnya.

    Dalam pembenahan pelayanan, PERUMDAM Tirta Mountala menetapkan tiga aspek utama yang menjadi perhatian, yakni kualitas, kontinuitas dan kuantitas air.

    “Kita utamakan dulu kualitas, baru kontinuitas, setelah itu kuantitas. Kualitas air harus bagus, keberlangsungannya lancar, dan secara debit air juga pas,” kata Abulis.

    Ia menilai kualitas air menjadi hal mendasar karena masyarakat membutuhkan air bersih yang aman dan layak untuk kebutuhan sehari-hari.

    Karena itu, berbagai gangguan yang dapat memengaruhi kualitas maupun kontinuitas distribusi akan terus menjadi perhatian perusahaan.

    Selain meningkatkan pelayanan, PERUMDAM Tirta Mountala juga mengajak masyarakat ikut menjaga jaringan dan aset perusahaan dengan melaporkan setiap dugaan sambungan ilegal.

    Abulis meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan rumah atau bangunan yang mendapatkan aliran air tetapi tidak memiliki meter pelanggan resmi.

    “Identitas pelapor kami rahasiakan. Tujuannya agar distribusi kita berjalan sesuai ketentuan teknis dan berjalan normal,” katanya.

    Menurutnya, keberadaan sambungan ilegal dapat mengganggu sistem distribusi dan berpotensi merugikan pelanggan lain.

    Masyarakat juga diminta melaporkan apabila menemukan pihak yang melakukan pekerjaan pembangunan atau perbaikan jaringan air dengan mengatasnamakan PERUMDAM Tirta Mountala tetapi tidak mengenakan atribut atau seragam resmi.

    Abulis mencontohkan, kepedulian masyarakat sebelumnya turut membantu mengungkap kasus pencurian meter air milik perusahaan.

    “Alhamdulillah masyarakat bergerak. Setelah ditertibkan, ternyata beberapa yang ditemukan memang salah satunya orang yang mengambil meter air milik PERUMDAM,” ungkapnya.

    Di sisi lain, Abulis mengajak pelanggan memenuhi kewajibannya dengan membayar rekening air secara rutin.

    Ia menjelaskan, pelanggan yang menunggak pembayaran lebih dari tiga bulan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan perusahaan, termasuk pemutusan sambungan.

    “Dendanya flat, bukan progresif, mungkin hanya Rp2.000. Tetapi kalau ditumpuk tentu menjadi berat. Kita berharap masyarakat membayar rutin, baik per bulan maupun sesuai periode pembayaran,” katanya.

    Ia berharap hubungan antara PERUMDAM Tirta Mountala dan masyarakat ke depan semakin baik melalui kolaborasi dan komunikasi yang terbuka.

    “Ke depan kita ingin memaksimalkan pelayanan untuk masyarakat. Kita juga berharap masyarakat ikut berkolaborasi dengan kita, baik dalam menyampaikan keluhan, menjaga jaringan maupun memenuhi kewajiban pembayaran,” pungkas Abulis.(*)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad


    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728