Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kodim 0108/Agara Cat Pondasi Jembatan Gantung di Ds. Kuning Abadi, Aceh Tenggara


    Meunan News id. Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia kembali terlihat dalam kegiatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Babinsa Posramil Ketambe jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat Desa Kuning Abadi melaksanakan kegiatan pengecatan pondasi Jembatan Gantung Perintis yang berlokasi di Desa Kuning Abadi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (22/06/2026).

    Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan akhir dalam proses pembangunan jembatan gantung yang selama ini dikerjakan secara bersama-sama antara personel TNI dan masyarakat setempat. Pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi dan kolaborasi yang terjalin erat antara TNI dan rakyat dalam mewujudkan sarana transportasi yang aman, layak, dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Sejak awal pembangunan, Babinsa Posramil Ketambe secara aktif terlibat dalam setiap tahapan pekerjaan. Mulai dari pengangkutan material bangunan, pengerjaan pondasi, pengecoran, pemasangan konstruksi utama jembatan, hingga proses penyelesaian atau finishing. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai pendamping dan penggerak pembangunan, tetapi juga menjadi motivator yang mampu membangkitkan semangat gotong royong warga demi tercapainya pembangunan yang optimal.

    Pada kegiatan kali ini, pekerjaan difokuskan pada pengecatan pondasi jembatan sebagai bagian dari tahap penyempurnaan konstruksi. Babinsa bersama masyarakat tampak bekerja bahu-membahu melakukan pengecatan pada sisi pondasi kiri dan kanan jembatan dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab. Dominasi warna merah putih yang digunakan pada pondasi jembatan tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga melambangkan semangat nasionalisme, persatuan, dan kebersamaan yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan tersebut.

    Babinsa Posramil Ketambe, Serka Mulyono, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran akses transportasi dan mobilitas warga di wilayah pedesaan yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana infrastruktur.

    Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi akses penghubung yang digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, baik dalam bidang pertanian, perkebunan, pendidikan, perdagangan, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

    "Jembatan gantung ini memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Desa Kuning Abadi dan sekitarnya. Sarana ini menjadi jalur penghubung utama yang setiap hari dimanfaatkan warga untuk menuju lahan pertanian, perkebunan, sekolah, maupun untuk aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, kami bersama masyarakat terus bekerja secara gotong royong agar pembangunan dapat segera selesai dan memberikan manfaat yang maksimal bagi warga," ujar Serka Mulyono.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengecatan pondasi bukan sekadar untuk memperindah tampilan jembatan, tetapi juga memiliki fungsi teknis yang sangat penting dalam menjaga kualitas dan ketahanan konstruksi bangunan. Lapisan cat yang diaplikasikan pada pondasi berfungsi sebagai pelindung material dari pengaruh cuaca, kelembapan, korosi, serta berbagai faktor lingkungan yang dapat mempercepat kerusakan konstruksi.

    "Selain mempercantik tampilan jembatan, pengecatan pondasi juga bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap material bangunan agar lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembapan. Dengan perawatan yang baik sejak awal, usia pakai jembatan akan lebih panjang sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka waktu yang lama," jelasnya.

    Suasana kebersamaan tampak begitu kental selama kegiatan berlangsung. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga para petani setempat, ikut ambil bagian dalam pekerjaan tersebut. Mereka saling membantu dan bekerja sama dengan personel TNI tanpa membedakan status maupun latar belakang, menunjukkan kuatnya nilai persaudaraan dan kepedulian sosial yang masih terjaga di tengah masyarakat.

    Keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penyelesaian proyek jembatan tersebut. Selain menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang dibangun, partisipasi warga juga menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam mendukung pembangunan desa.

    Serka Mulyono menambahkan bahwa budaya gotong royong yang selama ini terus dipertahankan merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan. Melalui semangat kebersamaan, berbagai pekerjaan yang berat dapat diselesaikan dengan lebih cepat, efektif, dan efisien.

    "Kami berharap semangat gotong royong seperti ini terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi muda. Karena melalui kebersamaan dan kekompakan, bukan hanya pembangunan fisik yang dapat diwujudkan, tetapi juga hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat semakin erat. Inilah yang menjadi salah satu fondasi utama dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat," tambahnya.

    Sementara itu, masyarakat Desa Kuning Abadi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Babinsa Posramil Ketambe serta seluruh jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara yang selama ini terus hadir membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan. Menurut mereka, kehadiran Babinsa memberikan semangat dan motivasi tersendiri bagi warga untuk terus berpartisipasi aktif dalam membangun desa.

    Warga menilai bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain memperlancar akses transportasi, jembatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi warga, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta membuka peluang yang lebih luas bagi perkembangan desa di masa mendatang.

    Dengan dilaksanakannya pengecatan pondasi sebagai tahap finishing, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuning Abadi kini semakin mendekati penyelesaian. Masyarakat berharap jembatan tersebut segera dapat digunakan sehingga mampu memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga.

    Pembangunan jembatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui semangat gotong royong, kerja sama, dan kebersamaan yang terus terjaga, pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dapat terlaksana dengan baik demi mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad


    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728