Kodim 0108/Agara Bersama Warga Gotong Royong Cor Pondasi Tiang Utama Jembatan Gantung di Desa Kuning Abadi, Aceh Tenggara
Meunan News id. Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditunjukkan dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuning Abadi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Personel Babinsa Posramil Darul Hasanah jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat melaksanakan kegiatan pengecoran pondasi tiang utama jembatan, Jumat (12/06/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan yang selama ini menjadi harapan masyarakat Desa Kuning Abadi. Keberadaan jembatan gantung perintis nantinya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang selama ini terkendala oleh kondisi akses transportasi yang terbatas.
Sejak pagi hari, personel Babinsa bersama warga telah berkumpul di lokasi pembangunan untuk melaksanakan berbagai pekerjaan, mulai dari pengangkutan material bangunan, pencampuran adukan semen, hingga proses pengecoran pondasi tiang utama yang menjadi struktur penopang utama jembatan. Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut, di mana TNI dan masyarakat bekerja bahu-membahu tanpa mengenal lelah demi mempercepat proses pembangunan.
Ketua pelaksana kegiatan, Serka Mulyono, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah, khususnya di daerah yang masih membutuhkan peningkatan sarana infrastruktur.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan dampak positif yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam mempermudah akses menuju pusat ekonomi, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta berbagai kebutuhan sosial lainnya.
“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hari ini kami melaksanakan pengecoran pondasi tiang utama yang menjadi salah satu tahapan krusial dalam proses pembangunan. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan mengawal seluruh tahapan pekerjaan agar dapat berjalan dengan baik dan selesai sesuai harapan masyarakat,” ujar Serka Mulyono.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah dan TNI, tetapi juga sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Kuning Abadi menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan tersebut.
Meski cuaca cukup terik, semangat para peserta gotong royong tidak surut. Dengan penuh antusias, warga bersama Babinsa terus bekerja hingga proses pengecoran pondasi selesai dilaksanakan. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung mencerminkan kuatnya hubungan emosional antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah serta mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Kuning Abadi dan sekitarnya. Selama ini, warga kerap menghadapi kendala saat melintasi jalur penghubung yang ada, terutama pada musim penghujan ketika debit air sungai meningkat dan akses menjadi lebih sulit serta berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.
Dengan hadirnya jembatan baru tersebut, masyarakat nantinya akan memperoleh akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan efisien. Selain memperlancar aktivitas sehari-hari, keberadaan jembatan juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kemudahan distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan berbagai komoditas lainnya yang menjadi sumber mata pencaharian warga.
Kehadiran Babinsa dalam setiap tahapan pembangunan juga menjadi implementasi nyata tugas pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat yang senantiasa hadir di tengah masyarakat. Melalui berbagai kegiatan sosial dan pembangunan, Babinsa tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga aktif membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Desa Kuning Abadi, Reno, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai pembangunan ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dan TNI terhadap kebutuhan masyarakat di daerah pedalaman.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, pemerintah, serta TNI, khususnya Kodim 0108/Aceh Tenggara dan Babinsa Posramil Darul Hasanah yang selama ini selalu hadir mendampingi masyarakat. Jembatan ini sangat kami butuhkan karena akan mempermudah aktivitas warga dan memberikan manfaat besar bagi perkembangan desa di masa mendatang,” ungkap Reno.
Ia juga menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong yang terbangun selama proses pembangunan menjadi bukti kuat bahwa sinergi antara TNI dan rakyat masih terjaga dengan baik. Menurutnya, kerja sama seperti ini harus terus dipertahankan sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Melalui kolaborasi yang solid antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuning Abadi diharapkan dapat segera rampung dan difungsikan untuk kepentingan masyarakat. Keberadaan jembatan tersebut nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol semangat gotong royong, kebersamaan, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun Aceh Tenggara yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Tidak ada komentar