Header Ads

ad728
  • Breaking News

    DARI TRADISI KE INOVASI PADUSI TAPA KEMBANGKAN PRODUK SEREH WANGI ACEH SELATAN


    Meunan News id.Aceh Selatan -  dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sereh wangi, tanaman aromatik 
    yang memiliki banyak manfaat. Berbeda dengan sereh dapur, sereh wangi memiliki 
    bonggol lebih besar, berwarna merah muda, serta aroma yang jauh lebih kuat sehingga 
    sangat potensial diolah menjadi minyak atsiri. 

    Melihat peluang tersebut, Ny. Sinar Hayani yang merupakan anggota Persit Kartika 
    Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107 Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda, sejak tahun 
    2020 mulai memasarkan minyak sereh wangi agar semakin dikenal oleh masyarakat. 
    Langkah ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang 
    sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai minyak urut. 

    Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional. Sekitar 7–8 kilogram 
    sereh direbus selama kurang lebih 12 jam hingga menghasilkan endapan minyak, lalu 
    didiamkan semalaman untuk memisahkan kotoran dan sisa air. 
    Seiring berkembangnya usaha UMKM ini dapat menghadirkan berbagai produk antara lain 
    minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi dengan beragam varian, cairan 
    pembersih lantai , hingga sabun cuci piring yang berbasis bahan sereh. 

    Minyak sereh wangi tetap menjadi produk unggulan dan banyak diminati semua kalangan. 

    Sementara lilin dan sabun aromaterapi lebih digemari generasi muda karena aromanya 
    menenangkan dan cocok untuk penggunaan sehari-hari. Produk pembersih lantai sereh juga 
    menarik perhatian konsumen karena mampu membersihkan sekaligus membantu mencegah 
    nyamuk masuk ke dalam rumah. Adapun sabun cuci piring sereh dikenal efektif 
    menghilangkan noda minyak, lembut di tangan, serta memberikan aroma segar. 

    Sebagai bentuk inovasi, Padusi Tapa juga meluncurkan produk terbaru berupa roll-on sereh 
    yang dikembangkan dari masukan pelanggan setia. 

    Untuk pemasaran, produk ini masih banyak beredar di lingkungan Persit serta mitra Kodim 
    0107/Aceh Selatan, termasuk BSI Cabang Tapaktuan dan pemerintah daerah. Promosi juga 
    dilakukan melalui media sosial dan jaringan organisasi Persit. 

    Dari sisi legalitas, produk UMKM ini telah mengantongi izin P-IRT sejak tahun 2023. Saat ini, 
    pengelola masih berupaya mengurus izin BPOM meski terkendala keterbatasan fasilitas 
    produksi. 

    UMKM ini melibatkan masyarakat sekitar melalui pembentukan kelompok usaha. 
    Keberadaan usaha tersebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga dan 
    lingkungan sekitar.

    Dukungan dari Pembina dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Iskandar Muda Ny. 
    Tri Joko Hadi Susilo turut berperan dan mendukung keberlangsungan usaha tersebut. 

    Perkembangan usaha ini terbilang positif. Dalam tiga bulan terakhir, penjualan mencapai 
    sekitar 120 produk dengan omzet berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta. 

    Lebih dari sekadar usaha, Padusi Tapa menjadi bukti bahwa pemanfaatan potensi lokal dapat 
    berjalan beriringan dengan pemberdayaan perempuan. Dengan inovasi yang terus 
    dilakukan, UMKM ini diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus memperkuat ekonomi 
    masyarakat setempat. 
    Pada event “Persit Bisa” tahun ini, UMKM Padusi Tapa tampil dengan wajah baru melalui 
    penguatan kemasan dan identitas merek. Nama “Padusi Tapa”, yang berarti perempuan, 
    diambil dari legenda masyarakat Aceh Selatan tentang Tuan Tapa yang menyelamatkan 
    putri Aceh Selatan, mencerminkan semangat dan peran aktif para istri prajurit dalam 
    berkarya serta mendampingi keluarga. Event “Persit Bisa” merupakan program 
    pemberdayaan kreatif istri prajurit TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Persit 
    Kartika Chandra Kirana, sebagai wadah untuk memamerkan produk UMKM, kerajinan 
    daerah, seni budaya, serta peragaan busana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan 
    potensi dan kreativitas anggota Persit, mendorong kemandirian ekonomi keluarga, serta 
    memberikan apresiasi terhadap karya-karya anggota Persit. Keikutsertaan UMKM Padusi 
    Tapa dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata peran Persit Kartika Chandra Kirana PD 
    Iskandar Muda dalam mengembangkan potensi lokal berbasis inovasi, sekaligus 
    memperkuat daya saing produk sereh wangi Aceh Selatan agar mampu dikenal lebih 
    luas di tingkat nasional.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad


    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728