DARI TRADISI KE INOVASI PADUSI TAPA KEMBANGKAN PRODUK SEREH WANGI ACEH SELATAN
Meunan News id.Aceh Selatan - dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sereh wangi, tanaman aromatik
yang memiliki banyak manfaat. Berbeda dengan sereh dapur, sereh wangi memiliki
bonggol lebih besar, berwarna merah muda, serta aroma yang jauh lebih kuat sehingga
sangat potensial diolah menjadi minyak atsiri.
Melihat peluang tersebut, Ny. Sinar Hayani yang merupakan anggota Persit Kartika
Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107 Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda, sejak tahun
2020 mulai memasarkan minyak sereh wangi agar semakin dikenal oleh masyarakat.
Langkah ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang
sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai minyak urut.
Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional. Sekitar 7–8 kilogram
sereh direbus selama kurang lebih 12 jam hingga menghasilkan endapan minyak, lalu
didiamkan semalaman untuk memisahkan kotoran dan sisa air.
Seiring berkembangnya usaha UMKM ini dapat menghadirkan berbagai produk antara lain
minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi dengan beragam varian, cairan
pembersih lantai , hingga sabun cuci piring yang berbasis bahan sereh.
Minyak sereh wangi tetap menjadi produk unggulan dan banyak diminati semua kalangan.
Sementara lilin dan sabun aromaterapi lebih digemari generasi muda karena aromanya
menenangkan dan cocok untuk penggunaan sehari-hari. Produk pembersih lantai sereh juga
menarik perhatian konsumen karena mampu membersihkan sekaligus membantu mencegah
nyamuk masuk ke dalam rumah. Adapun sabun cuci piring sereh dikenal efektif
menghilangkan noda minyak, lembut di tangan, serta memberikan aroma segar.
Sebagai bentuk inovasi, Padusi Tapa juga meluncurkan produk terbaru berupa roll-on sereh
yang dikembangkan dari masukan pelanggan setia.
Untuk pemasaran, produk ini masih banyak beredar di lingkungan Persit serta mitra Kodim
0107/Aceh Selatan, termasuk BSI Cabang Tapaktuan dan pemerintah daerah. Promosi juga
dilakukan melalui media sosial dan jaringan organisasi Persit.
Dari sisi legalitas, produk UMKM ini telah mengantongi izin P-IRT sejak tahun 2023. Saat ini,
pengelola masih berupaya mengurus izin BPOM meski terkendala keterbatasan fasilitas
produksi.
UMKM ini melibatkan masyarakat sekitar melalui pembentukan kelompok usaha.
Keberadaan usaha tersebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga dan
lingkungan sekitar.
Dukungan dari Pembina dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Iskandar Muda Ny.
Tri Joko Hadi Susilo turut berperan dan mendukung keberlangsungan usaha tersebut.
Perkembangan usaha ini terbilang positif. Dalam tiga bulan terakhir, penjualan mencapai
sekitar 120 produk dengan omzet berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta.
Lebih dari sekadar usaha, Padusi Tapa menjadi bukti bahwa pemanfaatan potensi lokal dapat
berjalan beriringan dengan pemberdayaan perempuan. Dengan inovasi yang terus
dilakukan, UMKM ini diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus memperkuat ekonomi
masyarakat setempat.
Pada event “Persit Bisa” tahun ini, UMKM Padusi Tapa tampil dengan wajah baru melalui
penguatan kemasan dan identitas merek. Nama “Padusi Tapa”, yang berarti perempuan,
diambil dari legenda masyarakat Aceh Selatan tentang Tuan Tapa yang menyelamatkan
putri Aceh Selatan, mencerminkan semangat dan peran aktif para istri prajurit dalam
berkarya serta mendampingi keluarga. Event “Persit Bisa” merupakan program
pemberdayaan kreatif istri prajurit TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Persit
Kartika Chandra Kirana, sebagai wadah untuk memamerkan produk UMKM, kerajinan
daerah, seni budaya, serta peragaan busana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan
potensi dan kreativitas anggota Persit, mendorong kemandirian ekonomi keluarga, serta
memberikan apresiasi terhadap karya-karya anggota Persit. Keikutsertaan UMKM Padusi
Tapa dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata peran Persit Kartika Chandra Kirana PD
Iskandar Muda dalam mengembangkan potensi lokal berbasis inovasi, sekaligus
memperkuat daya saing produk sereh wangi Aceh Selatan agar mampu dikenal lebih
luas di tingkat nasional.
Tidak ada komentar