Header Ads

ad728
  • Breaking News

    TNI, Damkar, BPBD dan Warga Padamkan Kebakaran 13 Ruko di Aceh Selatan

    Meunan News id.Aceh Selatan – Respons cepat dan sinergi lintas instansi kembali ditunjukkan dalam penanganan bencana kebakaran yang terjadi di Desa Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, pada Sabtu dini hari (28/3/2026). Peristiwa kebakaran hebat tersebut menghanguskan sebanyak 13 unit rumah toko (ruko) dan menyebabkan kerugian material yang cukup besar bagi para pemiliknya.

    Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 02.15 WIB oleh seorang warga bernama Ibal yang saat itu sedang berada di sebuah warung kopi bersama rekannya. Ia melihat kepulan asap tebal yang berasal dari salah satu ruko milik warga bernama Ibrahim, yang berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi tempatnya berada.

    Menyadari adanya tanda-tanda kebakaran, saksi segera mendatangi lokasi untuk memastikan kejadian. Setelah melihat api mulai membesar dan berpotensi merambat ke bangunan lain, ia dengan sigap meminta bantuan warga sekitar serta menghubungi petugas pemadam kebakaran Kluet Utara agar segera melakukan penanganan.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, personel TNI dari Koramil 06/Kluet Utara Kodim 0107/Aceh Selatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat setempat langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Upaya pemadaman dan penyelamatan dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan gotong royong antar unsur.

    Danramil 06/Kluet Utara, Kapten Inf Junaidi, menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim gabungan langsung mengambil langkah cepat guna meminimalisir dampak kebakaran.

    “Personel TNI bersama, Damkar, BPBD, dan masyarakat segera bahu-membahu memadamkan api serta mengevakuasi barang-barang milik warga yang masih bisa diselamatkan,” ujarnya.

    Dalam upaya pemadaman, sejumlah armada dikerahkan ke lokasi kejadian. Satu unit mobil pemadam dari BPBD Aceh Selatan dan satu unit dari Kluet Tengah tiba untuk membantu, kemudian disusul tambahan armada dari wilayah Bakongan guna memperkuat proses pemadaman. Petugas gabungan berjibaku selama beberapa jam untuk menjinakkan api yang dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

    Meski seluruh ruko yang terdampak tidak dapat diselamatkan dan dilaporkan hangus terbakar, upaya maksimal yang dilakukan oleh tim gabungan berhasil mencegah api meluas ke permukiman warga di sekitarnya. Selain itu, aparat juga memastikan tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

    Di tengah situasi darurat, kehadiran aparat TNI, Damkar dan petugas BPBD memberikan rasa aman dan membantu menenangkan masyarakat yang terdampak. Selain memadamkan api, petugas juga membantu mengevakuasi barang-barang milik warga serta mengamankan area sekitar lokasi kebakaran.

    Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andriano D.N. Lubis, S.Sos, menegaskan bahwa respons cepat yang dilakukan merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat sekaligus wujud kesiapsiagaan aparat kewilayahan dalam menghadapi situasi darurat.

    “Sinergitas antara TNI, Damkar, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan bencana seperti ini. Kita bersyukur tidak ada korban jiwa, namun kami akan terus membantu warga terdampak, termasuk dalam proses pendataan dan pemulihan pascakebakaran,” ungkapnya.

    Pasca kebakaran, upaya penanganan tidak berhenti pada proses pemadaman. Sejak pagi hari, personel TNI bersama BPBD dan unsur terkait lainnya terus melaksanakan proses pendinginan di lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

    Tim gabungan melakukan penyisiran secara menyeluruh di area terdampak, termasuk pada bagian bangunan yang telah roboh serta material yang masih mengeluarkan asap. Proses pendinginan dilakukan dengan penuh kehati-hatian menggunakan peralatan pemadam serta dukungan armada tangki air yang tetap disiagakan di lokasi.

    Kapten Inf Junaidi menegaskan bahwa proses pendinginan merupakan tahapan krusial dalam penanganan pascakebakaran.
    “Pendinginan ini sangat penting untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa. Kami akan terus melakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar aman dan kondusif,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Aceh Selatan, Aris Monkuba, menyampaikan bahwa seluruh personel dan armada telah dikerahkan secara maksimal untuk memastikan situasi benar-benar terkendali.

    “Kami fokus pada pendinginan dan pengamanan lokasi. Hal ini penting untuk mencegah potensi kebakaran lanjutan, mengingat masih terdapat material yang menyimpan panas,” ujarnya.

    Selain aparat, masyarakat setempat juga turut ambil bagian dalam proses penanganan pascakebakaran. Warga bersama petugas bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran serta membantu menjaga keamanan lingkungan sekitar.

    Hingga saat ini, kondisi di lokasi kebakaran mulai berangsur kondusif. Namun demikian, petugas gabungan masih tetap bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru, terutama pada material bangunan yang mudah menyimpan panas.

    Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya di kawasan padat bangunan seperti pertokoan. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
    Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera melakukan langkah-langkah lanjutan, termasuk pendataan kerugian serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak, guna mempercepat proses pemulihan pascabencana dan membantu masyarakat kembali bangkit dari musibah tersebut.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad


    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728